Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Daerah Tertinggal

  • Annisa Hasanah Program Magister Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Padang
  • Junaidi Indrawadi Program Magister Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Padang
  • Maria Montessori Program Magister Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Padang
Keywords: daerah tertinggal, proses pembelajaran, pembelajaran PPKn

Abstract

This article describes the preparation and learning process of Pancasila and Civic Education (PPKn) in a disadvantaged region. The research was conducted at the junior high school SMPN 1 Lahewa, North Nias Islands, which is one of the disadvantaged regions according to Presidential Decree No. 131 2015 concerning the Determination of Disadvantaged Areas 2015-2019. This study used qualitative methods through observation, interviews, focus group discussions (FGD) and documentation studies. In this study the data were analyzed using the method proposed by Miles and Hubermen which contained three flows; data reduction analysis techniques, data presentation (display), and data verification/conclusions. The result of the study shows that there was no preparation for PPKn courses at SMPN 1 Lahewa, including the Learning Implementation Plan (RPP) during the teaching and learning process. The lack of facilities and evaluation of the learning administration are the main factors that teachers neglect the preparation of learning tools.

Keywords: underdeveloped regions, learning process, civic education learning

Abstrak

Artikel ini mendeskripsikan persiapan dan proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di daerah tertinggal. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Lahewa Kepulauan Nias Utara, yang merupakan salah satu daerah tertinggal sesuai dengan Peraturan Presiden No. 131 Tahun 2015 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal 2015-2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu melalui observasi, wawancara, FGD (focus group discussion) dan studi dokumentasi. Dalam penelitian ini data dianalisis dengan metode yang dikemukakan oleh Miles dan Hubermen yang memuat tiga alur yaitu kegiatan teknik analisis reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya persiapan dalam pembelajaran di SMPN 1 Lahewa termasuk persiapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ketika proses belajar mengajar. Fasilitas yang minim serta kurangnya evaluasi administrasi pembelajaran menjadi faktor utama guru lalai dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran.

Kata kunci: daerah tertinggal, proses pembelajaran, pembelajaran PPKn

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-11-15